Apakah Masih Banyak yang Berminat Membeli Motor Bekas?

Tidak usah malu jika Anda membeli motor bekas selama itu dibeli dengan uang halal. Motor bekas seperti Honda Vario 150 nyatanya masih cukup bagus dari segi performa jika pemilik sebelumnya memang merawatnya dengan baik. Namun, jangan langsung tergiur dengan harga murah, karena bisa saja motor yang Anda beli mengalami kerusakan di bagian dalamnya.
Terapkan prinsip untuk membeli motor bekas tidak lebih mahal dari rata-rata pasaran (Anda bisa mengecek harganya di OLX). Jangan membeli motor bekas yang butuh banyak perbaikan atau harus menanggung tunggakan pajak dan denda di STNK dari pemilik sebelumnya.
Berikut beberapa item yang perlu diperhatikan ketika membeli motor bekas:
1. Periksa Bagian Mesin
Apabila anda bermaksud membeli motor bekas untuk digunakan harian, sebaiknya periksa kondisi mesin, ini yang paling utama. Paling mudah dengarkan apakah ada keanehan dari suaranya. Minta pihak penjual untuk menyalakan mesin dan biarkan menyala terus sampai 10 menit hingga mesin panas. Beberapa gejala kerusakan baru terdeteksi setelah mesin panas, misalnya payung klep yang sudah bengkok atau rantai dalam mesin (timing chain) yang minta diganti akan terdengar suara gemericik.
Setelah suara dari mesin terdengar, perhatikan asap buangan dari knalpot, apalagi jika asap berwarna putih. Apabila mengeluarkan asap putih, hampir bisa dipastikan ada kebocoran di liner dan ring piston yang menyebabkan oli mesin ikut masuk ke ruang bakar dan terbakar bersama bensin. Apabila terlihat gejala ini, sangat dianjurkan untuk mengurungkan niat anda membeli motor tersebut.
2. Perhatikan Bagian Rangka
Sebaiknya jangan membeli motor yang sudah pernah kecelakaan. Walaupun sudah diperbaiki, keseimbangannya akan berubah dan sulit untuk kembali sempurna apabila sudah mengenai sektor rangka (chassis). Periksa dengan cara dijalankan lurus terus ke depan, rasakan keseimbangannya masih baik atau tidak.
Motor bekas yang pernah jatuh saat dikendarai dengan kecepatan tinggi, bagian segitiga di atas shock breaker depannya sangat rawan dan sudah tidak presisi lagi. Memang bisa di-press di bengkel khusus rangka, namun tentu tidak akan maksimal karena bukan komponen aslinya. Selanjutnya, posisikan motor dengan standar tengah, periksa dari belakang motor sambil Anda jongkok, lihat apakah bodi motor dengan roda belakang masih segaris lurus atau tidak. Apabila rangka utama sudah tidak tegak, sebaiknya urungkan niat Anda untuk membeli motor tersebut.
3. Kelistrikan
Periksa lampu-lampu, klakson, dan starter. Anda pasti mengetahui kondisi kelistrikan yang baik. Pastikan kepada penjual apabila untuk starter motor tersebut kurang kuat atau perlu bantuan engkol, apakah akinya perlu diganti atau cukup di-recharge saja. Motor yang lama tidak dihidupkan mesinnya juga akan sulit dinyalakan dengan starter dan hanya perlu pemakaian motor beberapa kali untuk menormalkan kembali akinya.
4. Kelengkapan Surat-surat
Bagi yang pernah membeli motor bekas, beberapa kali mungkin pernah melihat iklan motor dengan surat yang tidak lengkap alias hanya ada salah satu dari STNK atau BPKB. Harganya memang pasti lebih murah dari pasaran, namun sangat tidak dianjurkan.
Motor dengan surat BPKB saja bisa ditilang polisi, karena tidak sah secara hukum. Apalagi jika Anda tidak punya STNK sekaligus BPKB, motor Anda bisa saja disita. Dan untuk menembusnya butuh biaya yang cukup besar, karena Anda bukan hanya tidak membawanya saat di jalan, tetapi malahan tidak memilikinya sama sekali.
Biasanya penjual beralasan STNK hilang. Percayalah, mengurus kembali pembuatan STNK yang bukan atas nama kita sendiri bukanlah perkara mudah. Sedangkan untuk urusan BPKB. Ini benar-benar syarat mutlak bukti kepemilikan secara hukum. Jangan pernah membeli kendaraan apapun tanpa BPKB.
Kecurangan yang paling mudah, BPKB sebenarnya masih ada di pihak leasing, namun pemilik sebelumnya tidak mengambilnya karena tidak melunasi cicilan pembayaran kendaraan. Suatu hari kendaraan Anda akan dicegat debt collector di jalanan, dan Anda tidak bisa berbuat apa-apa.
Jika sudah mendapatkan surat-surat lengkap, maka periksalah kelengkapan dan kesesuaian data di STNK dan BPKB. Cocokkan juga nomor rangka dan nomor mesin yang tertera di kedua surat tersebut dengan yang ada di motor. Penjual tentu tidak akan keberatan apabila memang tidak bermasalah. Jangan lupa periksa pembayaran pajaknya apabila ada tunggakan dan denda, tentunya harga motor yang anda bayar harus di bawah harga pasaran karena tunggakan tersebut semestinya adalah tanggung jawab pemilik sebelumnya.
Jika ingin membeli motor bekas Vario 150, Anda bisa mengunjungi platform seperti OLX yang tidak hanya menawarkan motor bekas berkualitas, tetapi juga aman dan terpercaya.




